Jual Mesin Giling Pakan Ternak

Jual mesin giling kacang-kacangan untuk pakan ternak

Jual mesin giling kacang-kacangan untuk pakan ternak

Jual Probiotik Kesehatan Kelinci

Bionci probiotik kesehatan kelinci

Solusi cerdas memelihara kelinci

Mesin Giling dan Cacah Multifungsi – Bisa untuk berbagai kegunaan Petani dan Peternak

Pengiriman menggunakan jasa cargo

Pengiriman menggunakan jasa cargo

Jual Mesin Pencacah Rumput dan Penggiling Kulit Kacang2an

mesin pencacah rumput dan penghancur kulit kedelai

Mesin Coper Praktis Serbaguna untuk berbagai Kebutuhan Peternak

Jual Pakan Kelinci Nutrisi Lengkap Herbafeed

Pakan Kelinci Nutrisi Lengkap Herbafeed

Pakan Kelinci Nutrisi Lengkap Herbafeed

Jual Mesin Pellet Pakan Ternak

Mesin Pencetak Pelet Pakan Ternak

Mesin Pencetak Pelet Pakan Ternak

Jual Pupuk Organik Cair Urine Kelinci

Jual Obat Kembung Kelinci

Prolinci obat kembung kelinci manjur

Wajib ada di kotak P3K kelinci Anda




Monthly archives for November, 2017

PEMBUATAN DRUM KOMPOSTER


Bahan baku dan alat
  1. Drum plastik bekas ukuran 60 liter,   sebanyak  : 1 buah
  2. Pipa paralon panjang 32 cm, diameter 1.5 inch, sebanyak  : 1 buah
  3. Pipa pralon panjang 20 cm, diameter 1.5 inch, sebanyak  : 2 buah
  4. Pipa paralon panjang 30 cm, diameter 0.5 inch sebanyak  : 1 buah
  5. Sambungan pipa bentuk L, sebanyak  : 1 buah
  6. Sambungan pipa bentuk T, sebanyak  : 1 buah
  7. Kran air 1 buah

Pembuatan Pupuk Organik cair dari limbah ternak
  1. Siapkan 25 liter urin ternak (Kelinci)
  2. Tambahkan air kelapa 25 liter dan gula pasir 1 kg.
  3. Masukan 1 liter larutan bio aktivator (bakteri).
  4. Kemudian tutup drum komposter dengan rapat.
  5. Setelah 2-3 minggu komposter bisa menghasilkan pupuk cair (air lindi). Selanjutnya lindi bisa diambil setiap hari.
Pembuatan pupuk cair (dengan kandungan N tinggi)
Bahan – bahan :
  1. 5 kg akar kacang tanah / kedelai
  2. 5 kg rumput marenggo, daun bandotan,  daun salam, daun bambu kering,                    daun sirsak
  3. 1 Liter air kelapa,
  4. 1 kg air gula,
  5. 20 liter urine (Sapi, Kambing, Kelinci)
  6. 1 Liter Bakteri (Mikroorganisme)
Pembuatan pupuk cair (dengan kandungan P dan K tinggi)
Bahan – bahan :
  1. 1.       Batang pisang yang dipotong secara vertikal
  2. 2.       Serabut kelapa
  3. 3.       1 kg air gula,
  4. 4.       1 Liter Bakteri (Mikroorganisme
Cara menggunakan pupuk cair :  1 ltr pupuk cair dengan kandungan P dan K tinggi ditambahkan dengan 15-20 liter air. Hasil pupuk cair ini dapat diberikan langsung  ke lahan.

SELAMAT MENCOBA

BACA JUGA : BOLEHKAH KELINCI MAKAN SEMANGAKA


STANDART NUTRISI PROTEIN ANTARA PELET


di kalangan nutrisionist, orang yang pandai meramu formula pakan ternak kelinci, mempunyai prinsip prinsip sendiri dalam menyusun sebuah formula pakan, kalau untuk standart pemenuhan target nutrisi yang hubungannya dengan fase pertumbuhan, semua nutrisionist hampir sama, dengan standart baku yang di pelajari di bangku akademis, tidak ada yang beda, tapi soal pemilihan bahan pakan yang di pakai, ini yang membedakan antar nutrisionist.




nutrisionist 1 yang masih terikat dengan standart baku akademis dan ada rasa ketakutan untuk melampaui keilmuaan baku tersebut dan nutrisionis 2 adalah nutrisionist “ gaya bebas “ yang tidak terikat oleh teori ilmu semata, tapi menarik kesimpulan bagus tidaknya suatu bahan pakan suatu formula,  itu melalui proses nyata praktek di lapangan, baru bisa menarik kesimpulan dan biasanya nutrisionist 2 ini, lebih leluasa dalam mengekflorasi keleluasaan yang lebih bebas merdeka dalam berinovasi.


Kenapa sama sama konsentrat protein 19% tapi hasil produktivitas percepatan pertumbuhan antara pellet misal A dan B beda di hasilnya padahal sama sama protein 19%, pasti ada sebagian teman teman yang terbersit dengan pertanyaan seperti itu….kenapa ?


Inilah yang membedakan nutrisionist  1 dan 2 di atas…

Misal pelet A bahan pelet yang di pakai dominan bahan nabati 95% dan bahan sumber protein hewani 5 % kenapa pertumbuhan lebih lambat di banding dengan konsentrat B yang bahan pengisi konsentrat dari sumber protein nabati 90% dan sumber protein hewani 10%…
kenapa..?

Hubungannya dengan kelengkapan sumber asam amino antara bahan nabati dan hewani itu berbeda…beda jauh, protein yang selama ini sering kita sebut sebut itu sebenarnya merupakan  penyebutan asam amino, jadi protein = asam amino….sebab bagus tidaknya sumber protein di nilai dari kelengkapan jumlah dan jenis asam aminonya


Ini yang di bahas baru sebatas material raw bahan dasar penyusun pelet, belum membahas feed supplament dan feed aditif..apa itu ? bahan kecil kecil yang merupakan imbuhan dalam penyusunan sebuah formula pakan/konsentrat seperti  asam amino, Na, vitamin blanded , enzim, antioksidan, caroten dll….sudah pasti ini merupakan rahasia nutrisionist


Jadi membandingkan harga pelet hanya berpedoman pada jumlah estimasi protein berapa % saja itu merupakan tindakan yang salah, harus benar benar di pahami sumber bahan nabati dan hewani agar tidak terjebak oleh pedoman prosentase protein semata.


Lantas imbangan ideal sumber protein nabati dan hewani dalam sebuah komposisi formula pelet ketemu di perbandingan  serasi berapa persen ? biasanya itu merupakan rahasia seorang nutrisionist yang tidak mungkin akan di buka di depan publik.