STANDART NUTRISI PROTEIN ANTARA PELET


di kalangan nutrisionist, orang yang pandai meramu formula pakan ternak kelinci, mempunyai prinsip prinsip sendiri dalam menyusun sebuah formula pakan, kalau untuk standart pemenuhan target nutrisi yang hubungannya dengan fase pertumbuhan, semua nutrisionist hampir sama, dengan standart baku yang di pelajari di bangku akademis, tidak ada yang beda, tapi soal pemilihan bahan pakan yang di pakai, ini yang membedakan antar nutrisionist.




nutrisionist 1 yang masih terikat dengan standart baku akademis dan ada rasa ketakutan untuk melampaui keilmuaan baku tersebut dan nutrisionis 2 adalah nutrisionist “ gaya bebas “ yang tidak terikat oleh teori ilmu semata, tapi menarik kesimpulan bagus tidaknya suatu bahan pakan suatu formula,  itu melalui proses nyata praktek di lapangan, baru bisa menarik kesimpulan dan biasanya nutrisionist 2 ini, lebih leluasa dalam mengekflorasi keleluasaan yang lebih bebas merdeka dalam berinovasi.


Kenapa sama sama konsentrat protein 19% tapi hasil produktivitas percepatan pertumbuhan antara pellet misal A dan B beda di hasilnya padahal sama sama protein 19%, pasti ada sebagian teman teman yang terbersit dengan pertanyaan seperti itu….kenapa ?


Inilah yang membedakan nutrisionist  1 dan 2 di atas…

Misal pelet A bahan pelet yang di pakai dominan bahan nabati 95% dan bahan sumber protein hewani 5 % kenapa pertumbuhan lebih lambat di banding dengan konsentrat B yang bahan pengisi konsentrat dari sumber protein nabati 90% dan sumber protein hewani 10%…
kenapa..?

Hubungannya dengan kelengkapan sumber asam amino antara bahan nabati dan hewani itu berbeda…beda jauh, protein yang selama ini sering kita sebut sebut itu sebenarnya merupakan  penyebutan asam amino, jadi protein = asam amino….sebab bagus tidaknya sumber protein di nilai dari kelengkapan jumlah dan jenis asam aminonya


Ini yang di bahas baru sebatas material raw bahan dasar penyusun pelet, belum membahas feed supplament dan feed aditif..apa itu ? bahan kecil kecil yang merupakan imbuhan dalam penyusunan sebuah formula pakan/konsentrat seperti  asam amino, Na, vitamin blanded , enzim, antioksidan, caroten dll….sudah pasti ini merupakan rahasia nutrisionist


Jadi membandingkan harga pelet hanya berpedoman pada jumlah estimasi protein berapa % saja itu merupakan tindakan yang salah, harus benar benar di pahami sumber bahan nabati dan hewani agar tidak terjebak oleh pedoman prosentase protein semata.


Lantas imbangan ideal sumber protein nabati dan hewani dalam sebuah komposisi formula pelet ketemu di perbandingan  serasi berapa persen ? biasanya itu merupakan rahasia seorang nutrisionist yang tidak mungkin akan di buka di depan publik.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *